12 Desember 2015

5 Kota Tujuan Wisata Sejarah Di Indonesia (Bagian Ke-2)

Salah satu pilihan kegiatan berwisata adalah wisata sejarah yang dilakukan para traveler agar mengetahui lebih dalam tentang sejarah suatu daerah atau kota. Di Eropa dan juga Jepang, jenis wisata ini sangat populer karena telah di sana dikemas dengan sangat menarik dan interaktif. Berbeda di Indonesia yang memberikan citra yang gelap, tua, menakutkan dan membosankan terhadap kota yang menjadi saksi bisu perjuangan para pendahulunya.

Salah Satu Kota Tujuan Wisata Sejarah Di Indonesia Cirebon - Travelwan

Adapun 5 Kota Tujuan Wisata Sejarah Di Indonesia, yaitu:
  1. Lasem. Kota terbesar kedua di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, ini merupakan salah satu kota berlabuhnya para imigran Tiongkok selain di Semarang pada abad 15. Lao sam, sebutan bangsa Tionghoa pada kota ini. Sensasi budaya Tionghoa di Kota Lasem yang bertemu dengan keramahan budaya Jawa yang romantis semakin terasa di saat kamu memasuki klenteng Cu An kiong, salah satu klenteng tertua di Indonesia. Di sekitar klenteng juga terdapat situs sejarah lain seperti Rumah Candu Lawang Ombo yang terkenal dengan cerita perdagangan candu ilegal di masanya. Lasem juga memiliki tradisi batik pesisir yang legendaris dan budaya membatik di rokok atau nglelet yang akan menambah citarasa tembakau pada rokok.
  2. Cirebon. Kolonial Belanda menyebut kota ini dengan sebutan Cheribon. Kota yang identik dengan udangnya ini juga besar karena peran Kasultanan Cirebon yang berpusat di kota ini. Menjadi kota di pesisir utara Pulau Jawa membuat Cirebon menjadi besar karena perdagangan yang terjadi di masa lalu. Di sini Anda bisa melihat kemegahan keraton Kasultanan Cirebon yang terdiri dari Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman dan Keraton Kacirebonan. Dan di sisi-sisi Kota Cirebon terdapat bangunan peninggalan Belanda yang juga menarik seperti Stasiun Kereta Cirebon dan Bank Indonesia yang memberi kesan tempo dulu ala Hindia Belanda.
  3. Sawah Lunto. Kota yang bergerak karena aktivitas pertambangan di masa penjajahan Belanda ini memiliki berbagai peninggalan sejarah yang menarik. Pertambangan batu bara terbaik dan terpesat di masanya membuat kota ini memiliki berbagai infrastruktur pendukung kota pertambangan yang mumpuni. Seperti terowongan-terowongan tambang, gedung-gedung pendukung pertambangan sampai dengan jalur kereta api serta Mak Itam yang menjadi lokomotif uap legendaris yang membawa hasil tambang dari Sawah Lunto, melewati Danau Singkarak hingga pelabuhan Teluk Bayur. Sisa-sisa kejayaan pertambangan yang fotogenic ini bisa kamu nikmati dan telusuri sejarahnya dengan mengunjungi Sawah Lunto.
  4. Ternate. Kota yang besar karena kesultanan Ternate ini berada jauh di timur Indonesia, tepatnya di kepulauan Maluku, di bawah kaki Gunung Gamalama. Terkenal dengan hasil rempah-rempahnya yang mendunia, membuat ternate dikunjungi banyak kapal dagang dari India, Persia bahkan Eropa. Kamu bisa menikmati sisa-sisa saksi sejarah yang terdapat pada Keraton Kasultanan Ternate dan masjidnya yang menceritakan kejayaan Ternate pada masanya dan beberapa benteng seperti Tolukko dan Kalamata yang berada tepat di pesisir Pulau Ternate. Benteng ini dibangun oleh penjajah Portugis untuk mengamankan pulau ini sebagai pemasok rempah-rempah utamanya. Mengunjungi kota sejarah dengan latar belakang laut yang biru dan Gunung Gamalama yang hijau jelas akan memberikan pengalaman wisata sejarah yang lain dari biasanya.
  5. Gresik. Kota industri yang memulai perannya sejak abad ke-14 ini cukup menarik untuk dikunjungi. Perannya sebagai salah satu kota bandar terbesar di Indonesia dan titik penyebaran agama Islam di Pulau Jawa pada masanya membuat Gresik memiliki banyak peninggalan sejarah yang menawan. Kota yang oleh kolonial Belanda di sebut Grisse, memiliki peninggalan sejarah menawan, seperti kawasan Kampong Kemasan, yang anggun dengan bangunan tuanya dan makam Sunan Giri, yang berada di puncak bukit. Destinasi wajib untuk Anda yang ingin tahu lebih tentang sejarah perkembangan Islam di Jawa.

Sumber: kaskus.co.id
Tidak ada komentar: