12 Desember 2015

5 Kota Tujuan Wisata Sejarah Di Indonesia

Pada saat perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia Ke-19 tahun, Presiden sekaligus Proklamator Indonesia, Soekarno menyarankan agar jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Hingga kini, ungkapan yang dikenal sebagai Jasmerah memberikan inspirasi bagi generasi bangsa Indonesia untuk selalu mengenang jasa para pendahulunya yang berjuang demi kebebasan dan kedaulatan negeri. Salah satu cara untuk selalu mengenang sejarah bangsa adalah dengan mengunjungi beberapa tempat yang menjadi saksi bisu sejarah bangsa Indonesia.

Ilustrasi Salah Satu Kota Tujuan Wisata Sejarah Di Indonesia Bukittinggi - Travelwan
Salah Satu Kota Tujuan Wisata Sejarah Di Indonesia Bukittinggi

Adapun 5 Kota Tujuan Wisata Sejarah Di Indonesia, yaitu:
  1. Bukittinggi. Menjadi kota kelahiran Bung Hatta, tokoh proklamator Indonesia bukan satu-satunya cerita di balik Bukittinggi. Kota berhawa sejuk yang juga menjadi kota terbesar kedua di Sumatera Barat ini memiliki segudang sejarah yang menarik untuk di ulik lebih dalam. Kota yang juga pernah menjadi ibu kota pemerintahan darurat Republik Indonesia ini juga memiliki berbagai situs sejarah yang indah seperti, Masjid Bingkudu, yang merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia, Benteng Fort de Kock, yang dibangun Belanda untuk menangkal serangan rakyat Minangkabau, dan masih banyak lagi. Dan semua destinasi ini jelas bisa menambah pengetahuan sejarahmu dan feeds keren Instagram-mu.
  2. Medan. Berada di tepian selat Malaka, sejak dulu menjadikan Medan memiliki peran dalam perdagangan regional maupun internasional. Perannya sebagai Ibu Kota Kesultanan Deli dan letaknya yang strategis membuat Medan selalu menjadi jujukan para pedagang dan penjelajah dunia. Di kota ini pula tinggal berbagai macam suku seperti Melayu, Jawa, India, Tionghoa, dan suku asli Batak yang makin mewarnai kehidupan sehari-hari masyarakat Medan. Dengan sejarah yang berderet, banyak destinasi wisata yang bisa kamu nikmati seperti mengunjungi kemegahan Istana Maimun, berdoa di Masjid Raya Medan sampai menikmati sisa kejayaan taipan China atau Tiongkok Tjong a Fie yang melegenda. Bisa dipastikan kunjunganmu untuk mempelajari sejarah di Medan nggak akan bosenin.
  3. Siak Sri Indrapura. Sebagai daerah bekas Kesultanan Islam di semenanjung Melayu, Siak Sri Indrapura, Provinsi Riau, menjadi daerah yang menarik untuk di kunjungi. Di tepi Sungai Siak yang berwarna cokelat kehitaman ini terdapat pusat pemerintahan Kota Siak. Bersanding dengan pesona Istana Kesultanan Siak Asherayah Al-Hamsyimiah, pimpinan Sultan Syarif Kasim II yang memiliki koleksi legendaris gramophone komet, alat musik klasik yang saat ini hanya tersisa dua di seluruh dunia. Berbagai warisan legendaris ini wajib membuat Siak Sri Indrapura berada di daftar destinasi wisata sejarahmu.
  4. Bengkulu. Terletak di pesisir barat pulau Sumatera, Bengkulu dahulu menjadi primadona bagi para penjajah. Hasil bumi berupa lada yang melimpah membuat Bengkulu menjadi rebutan oleh penjajah Belanda dan Inggris. Kota yang dijuluki Bencoolen oleh kolonial Inggris dan identik dengan Bunga Raflesia arnoldi ini memiliki berbagai peninggalan sejarah yang menarik untuk dikunjungi. Seperti Benteng Marlborough, yang merupakan benteng paling kuat di Asia timur, rumah Ibu Fatmawati Soekarno, yang merupakan ibu negara pertama Indonesia. Semua akan memberikan pengetahuan baru tentang betapa pentingnya Bengkulu di masa lalu.
  5. Surakarta. Sebagai ibu kota kerajaan Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran membuat Solo atau Surakarta menjadi kaya akan cerita sejarah peradaban Jawa. Kota ini bernasib baik ketimbang kota sejarah lain yang cenderung tidak terurus. Kota asal presiden Indonesia Joko Widodo ini mendapat perhatian khusus dalam upaya pelestarian warisan sejarah sewaktu beliau masih menjadi wali kota Solo. Dan berbagai situs sejarah memang bisa dinikmati dengan nyaman di kota ini. Mulai dari Pasar Klewer, yang menjadi pasar Batik terkemuka di Solo, Museum Radyapustaka, sebagai museum tertua di Indonesia hingga Taman Balekambang yang hijau dan asri.

Sumber: kaskus.co.id
Tidak ada komentar: