12 Desember 2015

Mengenal Rumah Adat Khas Sasak di Desa Sade Lombok

Pulau Lombok dikenal memiliki kekayaan budaya tradisional yang beraneka ragam yang mana salah satunya adalah Dusun Sade, yakni Desa Tradisional Sasak (suku asli Pulau Lombok) atau sebuah perkampungan suku Sasak asli yang masih mempertahankan dan menjaga keaslian kebudayaan Sasak lama, sejak zaman pemerintahan Kerajaan Pejanggik di Praya, Kabupaten Lombok Tengah sampai sekarang. Desa Sade ini berada di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, yang terletak di wilayah bagian selatan Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Ilustrasi Mengenal Rumah Adat Khas Sasak di Desa Sade Lombok - Travelwan

Masyarakat yang tinggal di Dusun Sade Lombok ini merupakan suku Sasak, dengan sistim sosial dan kehidupan keseharian mereka yang masih sangat kental dan memegang teguh adat tradisi Sasak tempo dulu. Bahkan arsitektur rumah adat khas Sasak juga masih bisa anda jumpai berdiri kokoh dan terawat dengan baik di tempat ini. Bangunan tradisional Sasak yang bisa anda temui di perkampungan Dusun Sade Lombok ini, terdiri dari dua jenis yang disebut dengan Bale Tani dan Lumbung. Bale Tani adalah bangunan yang dipergunakan sebagai tempat tinggal, dan Lumbung adalah bangunan yang biasa digunakan sebagai tempat menyimpan padi, hasil panen atau untuk menyimpan segala kebutuhan.

Rumah adat suku Sasak yang disebut Bale Tani, terbuat dari kayu dengan dinding-dinding yang terbuat dari anyaman bambu dan beratapkan daun alang-alang kering. Lantai dari Bale Tani ini adalah campuran tanah, getah pohon dan abu jerami yang kemudian diolesi dengan kotoran kerbau. Bale Tani terbagi menjadi dua bagian yaitu Bale Dalam dan Bale Luar, ruangan Bale Dalam biasanya diperuntukkan untuk anggota keluarga wanita, yang sekaligus merangkap sebagai dapur. Sedangkan ruangan Bale Luar diperuntukkan untuk anggota keluarga lainnya, dan juga berfungsi sebagai ruang tamu.

Antara Bale Dalam dan Bale Luar ini dipisahkan dengan pintu geser dan anak tangga. Di dalam ruangan Bale Dalam ini, terdapat dua buah tungku yang menyatu dengan lantai terbuat dari tanah liat yang digunakan untuk memasak. Masyarakat di perkampungan Dusun Sade Lombok ini biasanya memasak dengan menggunakan kayu sebagai bahan bakarnya. Bale Dalam ini tidak memiliki jendela dan hanya memiliki satu buah pintu sebagai jalan untuk keluar-masuk yang hanya terletak di bagian depan Bale.

Selain Bale Tani dan Lumbung, masih ada lagi bangunan yang menjadi bangunan khas Sasak. Bangunan ini sering disebut dengan Berugak. Berugak adalah sebuah bangunan panggung berbentuk segi empat yang tidak memiliki dinding, tiangnya terbuat dari bambu beratapkan alang-alang, dan disangga oleh empat tiang (sekepat), atau enam tiang (sekenem). Berugak berfungsi sebagai tempat untuk menerima tamu, dan juga biasa digunakan sebagai tempat untuk berkumpul, berbincang-bincang serta bersantai selepas bekerja atau sebagai tempat pertemuan internal keluarga. Biasanya Berugak terdapat di depan samping kiri atau samping kanan Bale Tani.

Penghuni di Dusun Sade Lombok ini sekitar 715 jiwa. Mata pencaharian penduduk di Desa Sade Lombok Tengah ini adalah bertani dan pekerjaan menenun adalah pekerjaan sambilan kaum wanita, setelah selesai bekerja di sawah. Mereka menenun dengan hanya mengunakan alat tenun tradisional yang sangat sederhana. Hasil tenunan mereka sangat beraneka ragam seperti, taplak meja, kain sarung, kain songket, selendang, dan lain-lain.

Sumber: kaskus.co.id
Tidak ada komentar: